Selasa, 12 November 2013
Allah mengajarkan Cinta
Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai ??Kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu,Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu,Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berdukaDan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta.Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mataKepekatannya menutup mata hathmu memabukkanmu sesaat di nirwanaDan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semuPadahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimuItulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya.Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusiaDitulisNya ketika mencipta makhluk”Nya di atas ArsyCinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarahMenuju kepatuhan pengabdian kepda Allah dan RasulNyaDan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu,satu jam bersama serasa satu menit saja.Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan AllahKekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju IllahiMembawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNyaNamun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusiaAlirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran.Saat kamu merasa agungnya cinta yang diajarkan AllahKekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmuMemelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batasMenjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengadian kepada AllahItulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki.Agungnya kepatuhan cinta Allah bisa ditemukan dikehidupan alam semestaSeperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunyaTak sedetikpun bergesbr dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadianKeharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintaiKarena Allah adalah kekasih Zat yang abadi.Cintailah kekasihmu maka Allah akan mencintaimuKarena Allah mengajarkan cinta tulus dan agungCinta yang mengalahkan Amarah menebarkan keharmonisanSeperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada IllahiItulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar